Pengertian Objektif dan Subjektif Beserta Contohnya

Objektif adalah sesuatu yang tidak ditentukan oleh pandangan pribadi atau perasaan seseorang, tetapi ditentukan oleh fakta atau data yang dapat diuji dan dibuktikan secara ilmiah. Dalam ilmu pengetahuan, objektif berarti bahwa hasil penelitian atau analisis harus dapat diuji dan dibuktikan oleh orang lain. Dalam jurnalisme, objektif berarti memberikan informasi yang tidak dipengaruhi oleh pandangan pribadi atau kepentingan tertentu.

Perbedaan Objektif dan Subjektif

Objektif dan subjektif adalah dua konsep yang berbeda dalam menyampaikan informasi atau menilai sesuatu.

Objektif berarti bahwa informasi atau penilaian itu tidak dipengaruhi oleh pandangan pribadi atau perasaan seseorang, tetapi ditentukan oleh fakta atau data yang dapat diuji dan dibuktikan secara ilmiah. Dalam ilmu pengetahuan, objektif berarti bahwa hasil penelitian atau analisis harus dapat diuji dan dibuktikan oleh orang lain. Dalam jurnalisme, objektif berarti memberikan informasi yang tidak dipengaruhi oleh pandangan pribadi atau kepentingan tertentu.

Subjektif berarti bahwa informasi atau penilaian itu dipengaruhi oleh pandangan pribadi atau perasaan seseorang. Dalam ilmu pengetahuan, subjektif berarti bahwa hasil penelitian atau analisis tidak dapat diuji atau dibuktikan oleh orang lain. Dalam jurnalisme, subjektif berarti memberikan informasi yang dipengaruhi oleh pandangan pribadi atau kepentingan tertentu.

Secara umum, pemahaman objektif diterima sebagai pandangan yang dapat diterima secara umum sedangkan subjektif diterima sebagai pandangan yang bersifat pribadi.

Baca juga: Arti Kata Effort Dalam Bahasa Indonesia

Contoh Objektif dan Subjektif

Contoh objektif adalah sebagai berikut:

  • Laporan cuaca yang hanya menyampaikan fakta tentang suhu, kelembaban, dan kondisi cuaca saat ini tanpa memberikan opini pribadi.
  • Hasil penelitian ilmiah yang dapat diuji dan dibuktikan melalui metode yang valid dan reliabel.
  • Berita yang hanya menyampaikan fakta yang terjadi tanpa memberikan pandangan atau opini pribadi dari pewarta.
  • Laporan keuangan perusahaan yang hanya menyampaikan fakta tentang pendapatan, pengeluaran, dan posisi keuangan perusahaan.
  • Deskripsi tentang suatu objek yang hanya menyampaikan fakta tentang ukuran, bentuk, warna, dll tanpa memberikan opini pribadi.

Contoh subjektif adalah sebagai berikut:

  • Opini pribadi seseorang tentang sebuah film yang ia tonton, misalnya “Saya sangat menyukai film tersebut karena adegan aksi yang menegangkan”
  • Kritik seni yang menyampaikan pandangan pribadi tentang sebuah karya seni tanpa dasar yang valid.
  • Review produk yang menyampaikan pandangan pribadi tentang kualitas suatu produk tanpa dasar yang valid.
  • Ulasan buku yang menyampaikan pandangan pribadi tentang cerita, karakter, dan alur cerita buku tersebut.
  • Pendapat seseorang tentang suatu peristiwa atau masalah yang didasarkan pada pandangan pribadi atau kepentingan tertentu tanpa dasar yang valid.

Tinggalkan komentar