Pengertian Estimasi: Jenis, Manfaat, dan Contoh Penerapannya

Estimasi adalah proses menentukan nilai yang diharapkan dari suatu jumlah, baik dalam ilmu matematika, statistik, atau bidang lainnya. Dalam proyek manajemen, estimasi digunakan untuk menentukan waktu, biaya, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek. Estimasi dapat juga digunakan dalam bidang keuangan untuk menentukan nilai saham, aset, atau pendapatan di masa depan. Dalam umumnya, estimasi digunakan untuk menentukan nilai yang diharapkan dari suatu jumlah yang tidak diketahui dengan pasti berdasarkan data yang tersedia.

Jenis Estimasi

Berikut ini adalah beberapa jenis estimasi yang digunakan dalam berbagai bidang.

1. Estimasi Point

Estimasi point adalah jenis estimasi yang menentukan satu angka yang diharapkan sebagai hasil dari suatu jumlah. Estimasi point digunakan untuk menentukan nilai yang diharapkan dari suatu jumlah yang tidak diketahui dengan pasti. Dalam statistik, estimasi point dapat digunakan untuk menentukan rata-rata, median, atau modus dari suatu data. Dalam proyek manajemen, estimasi point digunakan untuk menentukan biaya, waktu, atau sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek.

Ada beberapa cara yang digunakan dalam mengestimasi suatu jumlah dengan point estimator, diantaranya:

  1. Maximum likelihood estimation (MLE)
  2. Method of Moments (MOM)
  3. Method of Least Squares (MLS)

Metode yang digunakan tergantung pada kondisi data dan informasi yang diketahui.

Baca juga: Arti Kata Effort Dalam Bahasa Indonesia

2. Estimasi Interval

Estimasi interval adalah jenis estimasi yang menentukan rentang atau interval yang mungkin menjadi hasil dari suatu jumlah. Dalam statistik, estimasi interval digunakan untuk menentukan range nilai yang mungkin dari suatu parameter populasi seperti rata-rata, variansi, dan lain-lain.

Sebagai contoh, jika kita mengestimasi rata-rata pendapatan sebuah wilayah dengan menggunakan sampel pendapatan dari sejumlah rumah tangga di wilayah tersebut, kita akan dapat memberikan interval estimasi yang mungkin berisi rata-rata pendapatan wilayah tersebut.

Estimasi interval dapat ditentukan dengan beberapa cara, diantaranya:

  1. Confidence interval estimation (CIE)
  2. Prediction Interval Estimation
  3. Tolerance Interval Estimation

Kecocokan metode yang digunakan tergantung pada kondisi data, tingkat kepercayaan yang diinginkan, dan tujuan analisis. Biasanya, semakin besar sampel yang digunakan, semakin sempit interval estimasi yang diperoleh.

3. Estimasi Probabilitas

Estimasi probabilitas adalah jenis estimasi yang menentukan probabilitas dari suatu jumlah berada dalam rentang tertentu. Dalam statistik, estimasi probabilitas digunakan untuk menentukan distribusi probabilitas dari suatu parameter populasi seperti rata-rata, variansi, dan lain-lain.

Sebagai contoh, jika kita mengestimasi rata-rata pendapatan sebuah wilayah dengan menggunakan sampel pendapatan dari sejumlah rumah tangga di wilayah tersebut, kita dapat memberikan estimasi probabilitas bahwa rata-rata pendapatan wilayah tersebut berada dalam rentang tertentu.

Estimasi probabilitas dapat ditentukan dengan beberapa cara, diantaranya:

  1. Maximum likelihood estimation (MLE)
  2. Bayesian estimation
  3. Method of Moments (MOM)

Estimasi probabilitas biasanya digunakan dalam bidang keuangan untuk mengestimasi return saham, atau aset lainnya. Biasanya digunakan pula dalam kasus pengambilan keputusan yang berhubungan dengan risiko.

4. Estimasi Biaya

Estimasi biaya adalah proses menentukan jumlah uang yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek. Estimasi biaya digunakan dalam proyek manajemen untuk menentukan anggaran proyek dan menetapkan target biaya yang harus dicapai.

Proses estimasi biaya meliputi beberapa tahap, diantaranya:

  • Identifikasi kebutuhan: tahap dimana semua kebutuhan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ditentukan.
  • Analisis harga satuan: tahap dimana harga satuan ditentukan untuk setiap item yang dibutuhkan dalam proyek.
  • Perhitungan jumlah biaya: tahap dimana jumlah biaya ditentukan dengan mengalikan harga satuan dengan jumlah item yang dibutuhkan.
  • Analisis biaya: tahap dimana biaya yang diperlukan dianalisis untuk menentukan apakah anggaran proyek sudah cukup atau perlu ditambah.

Estimasi biaya dapat ditentukan dengan beberapa metode, diantaranya:

  • Bottom-up estimation: melakukan estimasi dari level yang paling detail dan diagregasi ke level yang lebih tinggi
  • Three-point estimation (triangulation): membuat estimasi dengan menggabungkan estimasi dari tiga sumber yaitu best case, most likely, dan worst case
  • Analogy based estimation: mengestimasi dengan membandingkan proyek yang diinginkan dengan proyek yang sudah ada.

Semua metode yang digunakan memerlukan data yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Pemilihan metode yang tepat akan membantu dalam mencapai estimasi yang akurat dan efektif.

5. Estimasi Waktu

Estimasi waktu adalah proses menentukan jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek. Estimasi waktu digunakan dalam proyek manajemen untuk menentukan jadwal proyek dan menetapkan target waktu yang harus dicapai.

Proses estimasi waktu meliputi beberapa tahap, diantaranya:

  • Analisis tugas: tahap dimana semua tugas yang harus diselesaikan dalam proyek ditentukan
  • Analisis dependensi: tahap dimana dependensi antar tugas ditentukan
  • Penjadwalan: tahap dimana jadwal proyek ditentukan dengan mengacu pada dependensi tugas dan jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas
  • Analisis waktu: tahap dimana jadwal proyek dianalisis untuk menentukan apakah jadwal sudah cukup atau perlu diubah.

Ada beberapa metode yang digunakan dalam estimasi waktu, diantaranya:

  • Bottom-up estimation: melakukan estimasi dari level yang paling detail dan diagregasi ke level yang lebih tinggi
  • Three-point estimation (triangulation): membuat estimasi dengan menggabungkan estimasi dari tiga sumber yaitu best case, most likely, dan worst case
  • Expert judgment : mengestimasi dengan menggunakan pendapat dari expert yang berpengalaman dalam bidang yang sesuai
  • Planning poker: mengestimasi dengan cara mengumpulkan estimasi dari tim proyek dengan cara voting

Pemilihan metode yang tepat akan membantu dalam mencapai estimasi yang akurat dan efektif. Namun perlu diingat bahwa estimasi waktu adalah suatu proses yang dinamis dan estimasi yang diperoleh mungkin perlu diperbarui seiring dengan perkembangan proyek.

6. Estimasi Sumber daya

Estimasi sumber daya adalah proses menentukan jumlah sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek. Estimasi sumber daya digunakan dalam proyek manajemen untuk menentukan anggaran sumber daya yang dibutuhkan dan menetapkan target sumber daya yang harus dicapai.

Proses estimasi sumber daya meliputi beberapa tahap, diantaranya:

  • Identifikasi kebutuhan: tahap dimana semua kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan dalam proyek ditentukan.
  • Analisis kebutuhan: tahap dimana kebutuhan sumber daya dianalisis untuk menentukan jumlah sumber daya yang diperlukan dan jenis sumber daya yang diperlukan.
  • Penjadwalan: tahap dimana jadwal sumber daya ditentukan dengan mengacu pada jumlah sumber daya yang diperlukan dan jenis sumber daya yang diperlukan.
  • Analisis sumber daya: tahap dimana jadwal sumber daya dianalisis untuk menentukan apakah anggaran sumber daya sudah cukup atau perlu ditambah.

Metode yang digunakan dalam estimasi sumber daya serupa dengan metode yang digunakan dalam estimasi waktu dan biaya, misalnya bottom-up estimation, three-point estimation, atau expert judgment. Namun, dalam estimasi sumber daya, perlu diperhatikan juga ketersediaan sumber daya yang diperlukan dan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan sumber daya tersebut.

7. Estimasi statistik

Estimasi statistik adalah proses menentukan nilai yang diharapkan dari suatu parameter populasi dengan menggunakan sample data yang tersedia. Dalam statistik, estimasi digunakan untuk menentukan nilai yang diharapkan dari suatu jumlah yang tidak diketahui dengan pasti berdasarkan data yang tersedia.

Ada dua jenis estimasi yang digunakan dalam statistik: point estimator dan interval estimator. Point estimator digunakan untuk menentukan satu angka yang diharapkan sebagai hasil dari suatu jumlah, misalnya menentukan nilai rata-rata dari suatu sample data. Sedangkan interval estimator digunakan untuk menentukan rentang atau interval yang mungkin menjadi hasil dari suatu jumlah, misalnya menentukan interval kepercayaan untuk nilai rata-rata dari suatu sample data.

Beberapa metode yang digunakan dalam estimasi statistik, diantaranya:

  1. Maximum likelihood estimation (MLE)
  2. Method of Moments (MOM)
  3. Method of Least Squares (MLS)
  4. Bayesian estimation

Pemilihan metode yang tepat akan bergantung pada distribusi data, jenis parameter yang diestimasi dan tujuan analisis. Biasanya digunakan metode yang meminimumkan error dari estimasi, seperti MLE atau MLS.

8. Estimasi klasik

Estimasi klasik adalah proses mengestimasi suatu parameter yang tidak diketahui dengan cara yang telah ditentukan dan digunakan sejak lama. Ada beberapa metode estimasi klasik yang digunakan dalam berbagai bidang, diantaranya:

  • Analogy Based Estimation: metode ini mengestimasi suatu proyek dengan membandingkan proyek tersebut dengan proyek yang sama atau serupa yang sudah ada dan mengestimasi berdasarkan data dari proyek tersebut.
  • Three Point Estimation: metode ini mengestimasi suatu proyek dengan menentukan tiga skenario yaitu best-case, most-likely dan worst-case, kemudian mengestimasi dengan menggabungkan tiga skenario tersebut.
  • Delphi Method: metode ini mengestimasi dengan mengumpulkan pendapat dari berbagai pakar yang berbeda dengan cara anonim dan mendapatkan konsensus dari pendapat-pendapat tersebut.
  • Expert Judgment: metode ini mengestimasi dengan mengandalkan pendapat dari expert yang berpengalaman di bidang yang sesuai
  • Parametric Estimation : metode ini mengestimasi dengan memperkirakan distribusi dari suatu sample data, lalu mencari parameter yang sesuai dengan distribusi tersebut.

Metode-metode tersebut cukup umum digunakan dalam estimasi, namun saat ini metode yang lebih baru dan terbaru juga sering digunakan untuk meningkatkan akurasi dari estimasi yang dihasilkan. Namun tergantung pada kondisi data dan tujuan analisis, beberapa metode klasik masih dianggap lebih baik daripada metode baru.

9. Estimasi Bayesian

Estimasi Bayesian adalah metode estimasi yang didasarkan pada teori probabilitas Bayes yang menentukan probabilitas a posteriori dari suatu parameter berdasarkan informasi prior yang tersedia dan data sample yang dikumpulkan. Dalam estimasi Bayesian, probabilitas a priori dari parameter diasumsikan sebagai distribusi prior dan probabilitas a posteriori ditentukan dengan menggunakan rumus Bayes.

Estimasi Bayesian memiliki beberapa keuntungan dibandingkan metode estimasi lain, diantaranya:

  • Dapat menangkap efek dari informasi prior yang tersedia
  • Dapat menangkap ketidakpastian dari parameter yang diestimasi
  • Dapat mengintegrasikan data yang baru seiring berjalannya waktu, sehingga dapat memperbarui estimasi yang diperoleh

Beberapa contoh aplikasi dari estimasi Bayesian di bidang yang berbeda, seperti:

  • Analisis regresi
  • Klasifikasi
  • Analisis survival
  • Inference dari model bayesian

Meskipun metode ini memiliki keuntungan yang cukup banyak, estimasi Bayesian memerlukan informasi prior yang cukup akurat dan data sample yang cukup besar untuk menghasilkan estimasi yang baik. Juga dapat digunakan pada data yang berdistribusi kompleks atau tidak diketahui distribusinya.

Baca juga: Pengertian Satir: Fungsi, Contoh, dan Karakteristik

Ciri-ciri Estimasi

  • Beberapa ciri dari estimasi yang digunakan dalam proyek manajemen adalah sebagai berikut:
  • Akurasi: Estimasi yang baik harus menghasilkan nilai yang mendekati nilai sebenarnya dari parameter yang diestimasi.
  • Validitas: Estimasi harus didasarkan pada data yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan.
  • Objektivitas: Estimasi harus didasarkan pada metode yang objektif dan tidak dipengaruhi oleh faktor subjektif.
  • Transparansi: Metode yang digunakan dalam estimasi harus dapat dijelaskan dan dipahami oleh tim proyek.
  • Scalability: Estimasi harus dapat digunakan pada proyek yang berbeda dengan skala yang berbeda.
  • Flexibility : Estimasi harus dapat diperbarui dan diadaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam proyek.

Manfaat Penggunaan Estimasi

Penggunaan estimasi dalam proyek manajemen memberikan beberapa manfaat, diantaranya:

  • Membantu dalam perencanaan: Estimasi membantu dalam perencanaan proyek dengan menentukan jumlah sumber daya yang diperlukan, jadwal yang ditentukan dan anggaran yang diperlukan.
  • Membantu dalam mengukur kinerja proyek: Estimasi membantu dalam mengukur kinerja proyek dengan menentukan target yang ditentukan dan mengevaluasi kinerja proyek terhadap target yang ditentukan.
  • Membantu dalam mengidentifikasi risiko: Estimasi membantu dalam mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam proyek dan menentukan tindakan yang perlu diambil untuk mengatasi risiko tersebut.
  • Membantu dalam pengambilan keputusan: Estimasi membantu dalam pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat.
  • Membantu dalam meningkatkan efisiensi: Estimasi membantu dalam meningkatkan efisiensi dengan memastikan bahwa sumber daya yang digunakan sesuai dengan yang diperlukan dan dapat digunakan secara efektif.
  • Membantu dalam mengelola pengeluaran: Estimasi membantu dalam mengelola pengeluaran dengan menentukan anggaran yang diperlukan dan mengawasi pengeluaran untuk memastikan bahwa anggaran tidak melebihi batas yang telah ditentukan.

Faktor yang Mempengaruhi Estimasi

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari suatu estimasi dalam proyek manajemen, diantaranya:

  • Kualitas data: Kualitas data yang digunakan dalam estimasi sangat penting karena data yang tidak akurat atau tidak valid dapat menghasilkan estimasi yang tidak akurat.
  • Kemampuan estimator: Kemampuan estimator yang digunakan dalam proyek sangat penting karena estimator yang tidak berpengalaman atau tidak memiliki pengetahuan yang cukup dapat menghasilkan estimasi yang tidak akurat.
  • Kondisi proyek: Kondisi proyek, seperti kompleksitas, skala, dan tingkat risiko, dapat mempengaruhi hasil estimasi. Proyek yang lebih kompleks atau dengan tingkat risiko yang lebih tinggi dapat menghasilkan estimasi yang lebih sulit dan tidak akurat.
  • Tingkat ketidakpastian: Tingkat ketidakpastian dalam proyek dapat mempengaruhi hasil estimasi. Proyek yang memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dapat menghasilkan estimasi yang lebih sulit dan tidak akurat.
  • Teknologi dan metodologi: Teknologi dan metodologi yang digunakan dalam estimasi dapat mempengaruhi hasil estimasi. Metodologi yang tidak sesuai atau teknologi yang tidak dioptimalkan dapat menghasilkan estimasi yang tidak akurat.
  • Ketersediaan sumber daya: Ketersediaan sumber daya yang digunakan dalam estimasi dapat mempengaruhi hasil estimasi. Ketersediaan sumber daya yang terbatas atau tidak cukup dapat menghasilkan estimasi yang tidak akurat.

Contoh Penerapan Estimasi

Contoh penerapan estimasi dalam proyek manajemen dapat dilihat dalam beberapa tahap dari proyek, diantaranya:

1. Perencanaan

Estimasi digunakan dalam perencanaan proyek untuk menentukan jumlah sumber daya yang diperlukan, jadwal yang ditentukan, dan anggaran yang diperlukan. Contohnya, sebuah perusahaan ingin membuat aplikasi mobile baru, maka perusahaan tersebut akan mengestimasi biaya yang dibutuhkan, waktu yang dibutuhkan, dan jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

2. Pelaksanaan

Estimasi digunakan dalam pelaksanaan proyek untuk mengukur kinerja proyek dan mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi. Contohnya, sebuah proyek konstruksi, estimasi digunakan untuk memprediksi waktu pengiriman, dan pemakaian material, juga untuk mengidentifikasi potensi risiko yang dapat terjadi.

3. Pengendalian

Estimasi digunakan dalam pengendalian proyek untuk mengambil keputusan dan mengelola pengeluaran. Contohnya, sebuah perusahaan akan menggunakan estimasi untuk menentukan anggaran yang diperlukan untuk proyek, dan memantau pengeluaran proyek untuk memastikan bahwa anggaran tidak melebihi batas yang telah ditentukan.

Cara Menentukan Estimasi Biaya

Cara menentukan estimasi biaya dalam proyek manajemen dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya:

  • Metode Analogi: Metode ini mengestimasi biaya proyek dengan membandingkan proyek yang akan dilaksanakan dengan proyek yang sama atau serupa yang sudah ada. Data biaya dari proyek sejenis digunakan sebagai dasar estimasi biaya proyek yang akan dilaksanakan.
  • Metode Three Point Estimation: Metode ini mengestimasi biaya proyek dengan menentukan tiga skenario yaitu best-case, most-likely, dan worst-case, kemudian mengestimasi dengan menggabungkan tiga skenario tersebut.
  • Metode parametric estimation : Estimasi dilakukan dengan memperkirakan distribusi dari suatu sample data, lalu mencari parameter yang sesuai dengan distribusi tersebut, misalnya dengan menggunakan model statistik, seperti regresi atau distribusi probabilitas.
  • Metode bottom-up estimation : Estimasi dilakukan dengan mengestimasi biaya setiap sub-pekerjaan yang ada dalam proyek dan kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan total estimasi biaya proyek.
  • Metode Expert Judgement: Metode ini memanfaatkan pendapat atau opini dari para ahli yang berpengalaman di bidang yang sesuai dengan proyek yang akan dilakukan.

Salah satu metode yang digunakan dapat tergantung pada kondisi dan kompleksitas dari proyek itu sendiri, seperti jenis, skala, lokasi, dan lain-lain.

Tinggalkan komentar